Showing posts with label budidaya. Show all posts
Showing posts with label budidaya. Show all posts

Batik Kebanggaan Indonesia

Hari ini tanggal 2 Oktober 2012 merupakan peringatan hari batik nasional yang ketiga sejak diresmikannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Sejak itu lah Batik menjadi salah satu kebanggaan Indonesia yang dapat dikenal oleh dunia. Kata batik berasal dari kata ngembat yang disingkat menjadi mbat dan titik yang disingkat menjadi tik. Makna dari dua kata tersebut ialah melontarkan titik. Jadi mem-batik merupakan kegiatan melontarkan atau melemparkan titik demi titik diatas kain.

Batik sendiri telah berkembang dari pakaian yang biasa dipakai oleh kalangan kerajaan pada zaman kerajaan Majapahit menjadi pakaian resmi dan formal. Batik bukan sekedar pakaian yang digunakan oleh kawula tua untuk datang ketempat orang hajat. Sekarang ditangan generasi muda batik telah bertransformasi menjadi pakaian yang modis baik dari model dan jenisnya.

Dengan menggunakan batik, maka terdapat kebanggan untuk mengenakannya. Bangga akan bangsa Indonesia dan bangga dengan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Ketika mengenakan batik hari ini jangan sampai kita hanya ikut-ikutan orang banyak tanpa menghadirkan rasa kecintaan kita terhadap Indonesia. Hidup Indonesia, merdeka negaranya dan sejahtera rakyatnya !!!
READMORE
 

Teknik Budidaya Ikan Guppy


Guppy
Guppy (Poecilia reticulata) berasal dari Trinidad, Barbados, Guyana, Brasil, dan Asia Tenggara. Ikan yang bersifat omnivore ini menghendaki suhu optimal untuk pemeliharaan sekitar 25-28° C dengan pH sekitar 7,0 dan kekerasan 20° dH. Panjang tubuh maksimal sekitar 5-6 cm.
Sirip-sirip ikan ini berwarna-warni sangat cantik dan menarik. Berbagai warna seperti merah, kuning, hijau, biru, maupun kombinasi warna sudah beredar di pasaran. Bentuk ekornya pun menarik, misalnya mirip kipas, membulat, ataupun melebar. Pada jantan, sirip ekor tampil sangat menarik karena lebar dan berwarna kontras.




Perkembangbiakan guppy tidak sulit asalkan airnya bersih dan tidak terlalu padat. Pada air yang kekerasannya kurang, guppy masih bisa berkembangbiak. Namun, agar kualitas ikan lebih bagus, baik warna maupun bentuk ekor, sebaiknya kualitas airnya sesuai dengan persyaratan hidupnya.

Untuk membedakan induk betina dan jantan tidak sulit. Warna tubuh jantan jauh lebih bagus dibanding betina. Sirip-sirip pada jantan lebih panjang dan lebih lebar. Pemijahan ini dilakukan secara masal dengan perbandingan jantan betina 1 : 4. Dalam wadah diberi tanaman air seperti hidrilla (ganggang) sebagai tempat persembunyian anak ikan. Anak ikan dapat diambil setiap pagi bila tampak banyak.


Menurut para pakar, dalam sekali berhubungan, sperma induk jantan dapat bertahan dalam tubuh induk betina hingga enam bulan. Ini berarti selama enam bulan induk betina masih dapat melahirkan anak walaupun tidak dikawini induk jantan.

Pakan terbaik untuk guppy adalah pakan alami walaupun dapat juga diberi sedikit pakan pelet. Oleh karena yang laku di pasaran adalah jantan maka pemeliharaannya sebaiknya dipisahkan antera jantan dan betina sejak berumur 3-4 minggu. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya pemeliharaan. Betina yang dipelihara cukup dipilih yang kondisinya baik untuk dijadikan calon induk. Sementara betina lainnya dapat digunakan sebagai pakan ikan hias lain seperti Oskar. Untuk membedakan jantan dari betina dapat dilihat dari sirip yang lebih panjang dan warna yang lebih tajam atau cerah adalah jantan.


Saat ini sudah ada teknologi jantanisasi, yaitu semua anakan menjadi jantan. Teknik ini menggunakan hormon metil testosteron yang memang efektif. Hanya saja jantan hasil perlakuan hormon ini tidak sanggup memberikan sperma atau membuahi betina. Oleh karena itu, penggunaan teknologi ini pun harus diikuti dengan manajemen induk yang baik agar tidak kehabisan induk betina dan jantan produktif. Ukuran jual ikan mulai dari 2,0 cm yang sudah bisa dicapai pada umur 3,5 bulan.

sumber : Darti S.L dan Iwan D. Penebar Swadaya, 2006
http://hobiikan.blogspot.com/2009/02/budidaya-ikan-hias-guppy-poecilia.html
READMORE
 

Budidaya Ikan Live Bearer

ikan hias, tidak semuanya telah dapat dibudidayakan. Dalam menternakkan ikan hias harus diperhatikan bahwa masing-masing jenis mempunyai sifat dan kebiasaan hidup yang berbeda-beda, misalnya dalam cara pemijahan, bertelur ataupun menyusun sarangnya.

Cara perkembangbiakkan ikan hias ada beberapa macam:
1) Ikan-ikan hias yang beranak.
2) Ikan-ikan hias yang bertelur berserakan.
3) Ikan-ikan hias yang meletakkan telurnya pada suatu subtrat.
4) Ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya dalam sarang busa.
5) Ikan-ikan yang mengeramkan telurnya di dalam mulut.


Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai cara-cara pemeliharaan ikan hias
yang beranak (live bearer), misalnya:
1) Ikan Guppy (Poecilia reticulata Guppy)
2) Ikan Molly (Poelicia latipinna Sailfin molly)
3) Ikan Platy (Xiphophorus maculatus Platy)
4) Ikan Sword tail (Xiphophorus helleri Sword tail)


2. CIRI-CIRI INDUK JANTAN DAN BETINA
1) Induk Jantan
a. Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang
merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
b. Tubuhnya rampaing.
c. Warnanya lebih cerah.
d. Sirip punggung lebih panjang.
e. Kepalanya besar.
2) Induk Betina
a. Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
b. Tubuhnya gemuk
c. Warnanya kurang cerah.
d. Sirip punggung biasa.
e. Kepalanya agak runcing.

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMELIHARAAN

1) Air yang diperlukan adalah ari yang cukup mengandung Oksigen (O2) dan jernih.
2) Suhu air berkisar antara 15 ~ 270C.
3) pH yang disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7 ~ 8.
4) Makanan yang diberikan dapat berupa makanan alami (cuk, cacing, kutu air) dan makanan buatan, diberikan secukupnya.

4. TEKNIK PEMIJAHAN

1) Pemilihan indu. Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.
2) Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasangsepasang.
3) Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.

5. PERAWATAN BENIH

1) Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 ~ 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
2) Setelah mencapai ukuran medium (2 ~ 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 ~ 7 cm) dapat diberi makanan cuk.
3) Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
4) Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat meerusak kualitas air.
5) Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampai kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2 ~ 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% dapat diganti dengan air yang baru.

6. PENUTUP

Budidaya ikan live bearer ini sangat mudah dan mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi. Untuk satu pasang ikan dapat menghasilkan 50 sampai 100 ekar ikan untuk satu kali pemijahan, dengan harga perekor Rp. 25,- sampai Rp. 75,-. Jenis ikan ini juga merupakan ikan hias yang dapat di eksport misalnya: ikan Guppy. Dengan teknik pemeliharaan yang tepat dan ketekunan yang tinggi akan didapat hasil dengan warna yang sangat indah.

7. SUMBER

Dinas Perikanan DKI Jakarta, Jakarta, 1996
http://www.rawabelong.com

READMORE
 

Teknik Budidaya Ikan Guppy

Guppy awalnya hidup di rawa air payau. Ikan ini berkembang biak dengan cara beranak sehingga pemijahannya tergolong mudah. Induk jantan mempunyai warna yang cerah, tubuh yang ramping, sirip punggung yang lebih panjang, mempunyai gondopodium (berupa tonjolan memanjang di belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal berupa sirip panjang. Untuk indukan betina mempunyai tubuh gemuk, warna yang kurang cerah, sirip punggung kecil, sirip perut berupa sirip yang halus.

Selain warna, bentuk dasar ekor ikan guppy juga bervariasi. Guppy dibagi berdasarkan bentuk ekornya yaitu wide tail (ekor lebar), sword tail (ekor panjang), dan short tail (ekor pendek). Tiap varietas mempunyai 4 macam bentuk ekor. Varietas terbaru yaitu Ribbon/Swallow. Ini merupakan varietas baru dari berbagai persilangan menyebabkan mutasi gen merupakan hasil dari kawin silang dari berbagai jenis ikan ini.

Guppy berkembang biak dengan cara beranak. Anak guppy yang baru lahir sudah langsung dapat berenang dengan baik. Hal ini terjadi karena proses pembuahan guppy secara internal yaitu perkawinan terjadi pada saat organ gondopodium yang terletak pada sirip anal dimasukkan ke dalam organ telur betina.

Guppy jantan yang akan mengejar betina siap kawin. Setiap kali perkawinan dapat dijadikan 3 kali kelahiran. Waktu kelahiran berkisar 3 minggu dan seekor betina dapat menghasilkan 60 ekor burayak.

Dengan memahami proses pembuahan sampai dengan kelahiran ikan guppy maka perlu dipakai suatu metode agar perkawinan guppy dengan mudah dapat diatur dan dikendalikan sesuai dengan keinginan kita. Kelemahan dari pembudidayaan guppy adalah ketidaktelitian terutama yang menggunakan sistem kawin masal. Teknik yang digunakan dalam menghasilkan strain guppy yang unggul dalam dengan menghasilkan F4 atau biasa juga disebut dengan sistem line.

Untuk mencari guppy yang bagus biasanya dapat dicari dengan betina yang mempunyai bentuk ekor yang bagus. Sedangkan untuk jantan biasanya dicari warna yang paling cerah juga dominan. Untuk guppy Ribbon, betina Ribbon sangat dominan, sedangkan untuk jantan tetap jantan normal, sehingga untuk mendapatkan guppy Ribbon jantan yang bagus masih diperlukan jantan normal. Sehingga untuk guppy ini bisa dijual per trio.

Article dari: Sri Mulyadi, Ir Wantoro, www.suaramerdeka.com, http://www.dszoo.com/forum/showthread.php?p=666
READMORE
 

Budidaya Ikan Cupang

Kalau ikan cupang kalian pasti tau kan???
Jelas tau, waktu kalian kecil kan sering beli. ada yang buat di adu atau cuma sekedar sebagai ikan hias. Tapi ketika kita dewasa ikan ini sering dilupakan, padahal ikan cupang bila dilihat dari segi keindahan dan cara perawatannya tidaklah terlalu sulit, karena ikan ini mempunyai daya tahan tubuh yang kuat.
Tapi budidaya ikan cupang tidak rugi lho, dengan mempunyai 5 pasang indukan saja kita bisa menghasilkan ribuan ekor anakan yang siap dijual dengan perkiraan 1 ekor anakan berharga Rp.1000 - Rp.2000. Belum lagi kalau ikan cupang hias yang harganya bisa Rp.10000 @ ekor yang sudah siap untuk jadi indukan. Apalagi kalau kualitas ekspor dan kontes, pasti ga nyangka dh untungnya.
Bagi yang hobby memelihara ikan cupang dirumah atau ingin membudidayakannya. ini caranya:
Cara Memelihara
Ikan cupang bisa di pelihara dimana saja, bisa di ember, botol bekas, dan aquarium. lagipula ikan cupang cukup mudah untuk di pelihara hanya diberi makan secara teratur insyaallah ikan ini akan hidup lama. Untuk budidaya gunakanlah tempat yang berukuran agak besar seperti kolam ikan yang ukuran standarnya 1 x 2 meter agar anak ikan cepat besar, sehingga masa panen pun akan cepat. Tapi tempat untuk perkawinan atau pemijahan gunakan tempat yang kecil saja agar ikan cupang tersebut cepat bertelur.
Pemijahan

  1. Pilihlah calon induk yang akan dikawinkan
  2. Masukkan induk jantan ke dalam ember yang telah diberi tanaman air(eceng gondok), kemudian masukkan induk betinanya kedalam botol atau gelas dan masukkan ke dalam ember yang berisi induk jantan.
  3. Setelah sehari campurkan induk betina kedalam ember yang berisi induk jantan. Dan pada pagi harinya insyaallah induk betinanya sudah bertelur. Telur-telur tersebut akan menempel di busa yang telah dibuat oleh induk jantan.
  4. Kemudian pisahkan induk betinanya dan biarkan induk jantan merawat telurnya.
  5. Setelah tiga hari telur-telur tersebut akan menjadi burayak(anak ikan), pada saat ini burayak jangan diberi makan dulu, karena masih ada kantung telur.
  6. Kemudian setelah kantung telur yang berada di tubuh burayak hilang, pindahkan induk jantan dan beri makan burayak tersebut dengan kutu air, bila anda susah mencari kutu air burayak bisa diberi makan denggan rebusan kuning telur ayam. Berikan secukupnya saja.
  7. Setelah satu minggu dari penetasan, pindahkan burayak ke tempat yang lebih besar.
  8. Pada saat burayak sudah berumur 2 minggu, burayak bisa diberi makan cacing sutra.
  9. Selanjutnya pindahkan anak ikan setiap satu minggu sekali agar pertumbuhannya menjadi cepat.
Setelah anak ikan berumur 1 bulan, pilihlah dan pisahkan kedalam botol, hal ini dilakukan agar tidak terjadi perkelahian. Anak ikan cupang baru bisa dijual pada saat berumur 1,5 bulan - 2 bulan.
Selamat mencoba!!!!!!!!
READMORE