Mengapa Harus Mencela ?




Di kedinginan angin malam yang mencoba menyentuh diriku entah mengapa tiba-tiba hati ini terguncang dahsyat. Marah, benci, dan emosiku mulai tak terkendali bagaikan mobil F1 yang sedang melaju kencang di lintasan lurus, rasa sesak di dadaku mulai menyeliputi hampir seluruh tubuhku, pikiranku mulai pecah menjadi serpihan-serpihan amarah dan rasa tidak terima, ingin lidah ini untuk berontak melawan, tangan dan kaki pun telah siap menerima perintah dari sang komandan(otak),satu hal yang tak kumengerti entah mengapa ia dapat berkata seperti itu kepada diriku, namun seketika itu juga aku teringat akan sebuah firman Allah SWT :


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri (sesama Muslim) dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat:11]

Hatiku pun mulai tenteram, pikiran pun mulai bersatu kembali antara akal dan pikiran yang berjalan saling bergandengan, dinginnya malam seakan mencoba untuk menenangkan diriku. Air penuh berkah pun mulai terjun dari tempat singgahnya di atas awan hitam yang bergelora bersama petir dan halilintar yang saling menyahut antara satu sama lain, seiring dengan wangi debu yang meresap di kedua lubang hidungku hatiku pun ikut mengalir bersama derasnya hujan yang turun. Aku hanya mencoba untuk mengikhlaskan setiap perkataan yang terlontar dari lidah seorang saudaraku(saudara seiman), aku tidak tahu apakah ia hanya sekedar bersenda gurau untuk mencairkan suasana atau memang sengaja melakukannua. Tapi seperti ada rasa benci dan dengki di setiap ruas kata yang ia ucapkan.

Apakah harus mengolok-olok orang lain terlebih dahulu untuk mencairkan suasana?
Apakah harus mencela saudaranya terlebih dahulu ubtuk membuat oran lain senang?
Apakah harus memanggil teman sendiri dengan sebutan yang kita punya tapi teman kita tidak ridho dengan panggilan kita?
Ingat saudaraku firman Allah SWT di dalam surat al-hujurat ayat 11 telah menjelaskan bahwa perbuatan seperti itu tidak diperkenankan di dalam agama kita, di dalam ayat tersebut juga dijelaskan bahwa orang yang mencela belum tentu ia lebih mulia di sisi Allah SWT daripada yang ia cela. Karena kita hidup di dunia ini tidak mencari kewibawaan di mata manusia melainkan untuk mendapatkan ridha Allah kita hidup di dunia ini tidak mencari kewibawaan di mata manusia melainkan untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Bila kita sering di cela atau di panggil dengan sebutan yang buruk maka bersabarlah karena Allah sayang kepada orang yang sabar jika sudah bersabar maka diamlah karena lebih baik diam daripada berkata-kata yang buruk. Orang diam bukan berarti tidak bisa melawan justru orang yang diam itu lebih berat tantangannya daripada orang yang membalas perbuatan buruk itu dengan mencela balik.

Penulis : iwan kurniawan ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Mengapa Harus Mencela ? ini dipublish oleh iwan kurniawan pada hari Thursday, January 6, 2011. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Mengapa Harus Mencela ?
 

0 comments:

Post a Comment